Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Membuat Shelter / Bivak adalah :
- Jangan membangun Shelter / Bivak di tempat yang riskan tergenang air (banjir), seperti di tepi sungai. Walaupun tempat itu terlihat bersih dan kering, akan sangat berbahaya apabila datang hujan.
- Usahakan dalam pembuatan SHELTER / Bivak tidak dibawah pohon yang berdahan rapuh atau di bawah pohon kelapa. Karena dapat membahayakan jika dahan rapuh atau buah kelapa itu jatuh menimpa SHELTER / Bivak kita.
- Tidak di tempat yang dicurigai sebagai sarang binatang buas atau sarang nyamuk/serangga. Karena dapat mengganggu kenyamanan beristirahat.
- Bahan pembuat SHELTER / Bivak harus kuat dan pengerjaannyapun sebaik-baiknya, karena akan mempengaruhi dalam kenyamanan kita.
- Dekat dengan sumber air.
Shelter / Bivak dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
- Shelter / Bivak Buatan
Adalah Shelter / Bivak yang dibuat oleh manusia dengan menggunakan perlengkapan yang dibuat manusia. Contoh barang bawaan yang dapat dijadikan shelter adalah ponco ataupun plastik berukuran kurang lebih 2×2 meter. Karena shelter yang dibangun dari ponco atau plastik kurang sempurna, maka dari itu selain memperhatkan empat hal diatas, perlu memperhatikan arah angin bertiup. Sehingga arah angin bertiup dapat dihalau oleh SHELTER / Bivak yang kita bangun. Contoh bentuk SHELTER / Bivak dapat dilihat melalui gambar.

- Shelter / Bivak Semi Buatan
- Shelter / Bivak Alam
Adalah Shelter / Bivak yang terbentuk oleh alam. Bentuk dari alam yang bisa dimanfaatkan sebagai SHELTER / Bivak yaitu gua, lekukan tebing/batu yang cukup dalam, lubang-lubang dalam tanah, dan sebaginya.
Cara memilih gua harap diyakini bahwa :
- Gua tersebut bukan merupakan sarang binatang.
- Gua tersebut tidak mengeluarkan gas beracun. Cara klasik mengetahuinya yaitu dengan menggunakan obor. Apabila obor dapat terus menyala di dalam gua, berarti gua tersebut aman dari gas beracun.
- Gua tersebut terbebas dari bahaya longsor.





0 Response to "Teknik Membuat Shelter / Bivak"
Post a Comment